Harga Bitcoin yang fluktuatif dan fluktuatif seringkali membuat para trader kesulitan untuk menentukan langkah yang tepat untuk memasuki pasar. Akibatnya, pedagang membutuhkan bantuan dari pola candlestick atau melihat data on-chain.
Namun satu lagi chart yang bisa digunakan untuk melihat kondisi pasar secara umum, yaitu Bitcoin Rainbow Chart.
Pernah mendengar kata itu? Jika belum, dapatkan informasi lengkapnya di artikel berikut ini.

Mengenal Bagan Pelangi

Diagram ini terbuat oleh Ber Holger, CEO Holger serta bertanggung jawab berdasarkan konten lokasi website, memakai regresi logaritmik yang dimunculkan oleh konsumen Bitcointalk trolololo pada tahun 2014.

Bagan Pelangi Bitcoin Tidak Sepenuhnya Akurat

Namun Hogler menekankan bahwa bagan ini dibuat tanpa dasar ilmiah, tetapi bagan ini memungkinkan pembaca untuk mengamati pergerakan harga jangka panjang dengan mengabaikan gangguan volatilitas harian yang tak terhindarkan.
Pengguna juga mendapatkan gambaran tentang waktu terbaik untuk membeli atau menjual BTC di masa lalu.
Holger menyatakan bahwa Rainbow Charts bukanlah saran investasi, karena kinerja masa lalu tidak menunjukkan evolusi masa depan, tetapi membagi harga bitcoin menjadi warna pelangi dengan deskripsi berikut: gelembung, jual, FOMO, pembentukan gelembung, HODL, masih murah, akumulasi, beli dan diskon.

Cara Membaca Grafik Pelangi Bitcoin

Cukup mudah untuk membaca grafik ini karena setiap warna memiliki arti tersendiri. Misalnya, jika harga berwarna biru ke hijau, itu menunjukkan oversold, dan warna kuning, oranye, dan merah berarti overbought
Zona warna biru dan hijau menunjukkan saat yang tepat untuk membeli Bitcoin. Investor yang ingin menumpuk akan melakukannya ketika harga berada di zona tersebut.
Tengah harga menyentuh wilayah kuning, oranye, serta merah, itu bakal sebagai isyarat untuk penyandang dana yang hendak menjual.
Meskipun dianggap tidak terlalu akurat, Bagan Rainbpw Bitcoin ini mengungkapkan informasi menarik tentang harga kripto.
Grafik ini menunjukkan bahwa satu tahun setelah separuh harga Bitcoin akan meningkat pesat.
Misalnya, pada tahun 2013, harga Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar $1.000. Pada tahun 2017, crypto mencapai puncak lainnya pada $20.000 dan pada tahun 2021 harga Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar $68.000.Bitcoin Rainbow Chart

Jika pola ini masih benar, maka satu tahun setelah halving berikutnya pada tahun 2024 harga Bitcoin akan meroket kembali.

Bitcoin Rainbow Chart pada akhirnya dapat digunakan sebagai metrik untuk melihat pergerakan crypto di masa depan.
Namun, mengutip penulisnya, Hogler, yang menyatakan bahwa grafik ini tidak sepenuhnya ilmiah dan tepat, investor perlu menggabungkan grafik ini dengan grafik lainnya.
Misalnya candlestick, data chain, atau bahkan dengan model stock to flow untuk mendapatkan referensi pergerakan harga lainnya.

Leave a comment