usaha makan ringan

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki ragam kuliner yang khas. Hal inilah yang membuat bisnis kuliner tidak akan pernah mati. Tidak hanya makanan yang mengenyangkan, seperti rumah makan Padang atau warung Tegal. Memilih bisnis snack juga memiliki peluang sukses tersendiri.

Apalagi bisnis rumahan yang satu ini tidak membutuhkan modal yang besar. Tak heran jika Anda bisa memulai bisnis sendiri dengan modal minimal Rp100.000. Selain itu, Anda juga tidak perlu menyewa tempat untuk berjualan. Karena pemasaran jajanan seperti makanan sangat mudah. Anda bisa menyerahkannya ke warung dan minimarket di daerah Anda. Jadi meski tanpa menyewa kios Anda tetap bisa mendapatkan banyak keuntungan.

Sebagai gambaran, banyak sekali jenis jajanan yang dijual di pasaran. Bahan bakunya sendiri juga mudah ditemukan, sehingga memudahkan Anda untuk memulai usaha kecil-kecilan rumahan ini. Yang terpenting, Anda harus pintar-pintar mengemas jajanan ini agar terlihat up-to-date sehingga cepat laku di pasaran.

Berikut 17 ide bisnis snack kekinian yang bisa kamu mulai sekarang.

  1. Keripik Singkong

Bisa dibilang keripik singkong sudah ada sejak lama. Maka tak heran jika menyebutnya sebagai jajanan legendaris. Keripik singkong merupakan salah satu jajanan yang banyak dicari oleh masyarakat karena rasanya yang renyah dan gurih. Tak heran jika para pebisnis berlomba-lomba menjadikan keripik singkong sebagai jenis produk andalan mereka.

Terbukti dari banyaknya merek keripik singkong yang banyak bertebaran di supermarket. Dengan berbagai kemasan yang unik dan menarik, mereka berharap dapat menarik perhatian konsumen.

Namun, bukan berarti tidak ada peluang sama sekali bagi pelaku usaha UKM untuk sukses menjual keripik singkong. Keripik singkong yang dijual di supermarket biasanya mematok harga yang cukup tinggi. Jadi ini bisa menjadi peluang bagi Anda. Anda bisa membidik konsumen kelas menengah ke bawah.

Sehingga keripik singkong anda tidak kalah bersaing dengan kompetitor sejenis. Anda harus memberikan inovasi baru agar keripik singkong Anda terlihat kekinian. Salah satu caranya adalah dengan mencoba membuat keripik singkong lebih kreatif. Misalnya keripik singkong pedas, keripik singkong balado atau keripik singkong manis pedas. Jika Anda tidak tahu caranya, coba cari resepnya di sini.

Bagaimana dengan analisa bisnis ini? Sehingga produksi keripik singkong anda berjalan dengan baik. Sebaiknya Anda membeli mesin perajang singkong agar proses produksi Anda lebih cepat. Selain itu, potongan singkong juga akan lebih halus dan merata. Carilah chopper manual jika Anda memiliki modal terbatas. Untuk kompor dan gas tentunya sudah ada.

Berikut ini adalah analisa bisnis keripik singkong :

Modal awal

  • Mesin perajang singkong: Rp 250.000
  • Pengemasan tekan: Rp. 150.000
  • Lainnya : Rp 100.000
  • Total biaya Rp 500.000

Biaya operasional per bulan

  • Singkong 10 kg per hari @ Rp 4.000 x 10 kg x 30 = Rp 1.200.000
  • Rempah-rempah per hari @ Rp 30.000 x 30 = 900.000
  • 30 liter minyak goreng sebulan @ 12.000 x 30 = Rp 360.000
  • Isi ulang gas elpiji Rp. 20.000 x 5 = Rp. 100.000
  • Bungkus plastik : Rp 10.000 x 15 = Rp 150.000
  • Gaji untuk 1 karyawan: Rp 700.000
  • Total biaya Rp 3.410.000

Omset/pendapatan

  • Katakanlah dari 10 kg singkong per hari bisa menghasilkan 100 bungkus singkong dengan harga jual Rp 2.000.

Omset yang didapat:

  • (100 bungkus x Rp 2.000) x 30 hari = Rp 6.000.000
  • Laba bersih yang diperoleh
  • omset – biaya operasi
  • Rp 6.000.000 – Rp 3.410.000 = Rp 2.590.000.
  1. Keripik Tempe

Usaha jajanan renyah yang kedua adalah keripik tempe. Hampir sama dengan keripik singkong. Keripik tempe juga memiliki tempat tersendiri bagi para penikmat kuliner tanah air. Rasanya yang enak dan gurih membuat makanan ini cukup digemari.

Sayangnya, keripik tempe tidak bertahan selama keripik singkong. Hal ini dapat menyebabkan pengusaha dengan modal besar jarang memproduksi keripik tempe. Namun, bukan berarti keripik tempe tidak laris manis. Pelaku UKM juga banyak yang bisa mengimpor keripik tempe ke beberapa supermarket besar.

Untuk sukses menjalankan bisnis rumahan yang satu ini. Anda harus sedikit kreatif untuk membuat kemasan yang menarik. Bisa dalam bentuk keripik atau rasa apa saja. Kamu bisa cek resep membuat keripik tempe unik dan tahan lama di sini

Berikut analisa usaha keripik tempe :

Modal awal

  • Mesin pengiris tempe manual: Rp 250.000
  • Pengemasan tekan: Rp. 150.000
  • Lainnya : Rp 500.000
  • Total biaya Rp 900.000

Biaya operasional per bulan

  • Tempe Kedelai @ 100.000 x 30 = Rp. 3.000.000
  • Tepung Terigu @ 25.000 x 30 = 750.000
  • Tepung Beras @ 25.000 x 30 = 750.000
  • Rempah-rempah @ Rp 20.000 x 30 = 600.000
  • Minyak goreng 50 liter @ 12.000 x 50 = Rp 600.000
  • Isi ulang gas elpiji Rp. 20.000 x 10 = Rp. 200.000
  • Bungkus plastik : Rp 20.000 x 10 = Rp 200.000
  • Gaji untuk 1 karyawan: Rp 700.000
  • Total biaya Rp 6.800.000

Omset/pendapatan

  • Asumsikan Anda dapat memproduksi 75 bungkus keripik tempe dalam sehari dengan harga jual Rp. 4.000.

Omset yang didapat:

  • (75 bungkus x Rp 4.000) x 30 hari = Rp 9.000.000
  • Laba bersih yang diperoleh
  • omset -biaya operasi
  • Rp 900.000 – Rp 6.800.000 = Rp 2.200.000.
  1. Keripik Tahu

Masih terkait dengan bahan baku kedelai. Keripik tahu merupakan jenis usaha rumahan yang menjanjikan, terutama bagi ibu rumah tangga. Jenis tahu yang biasa dijadikan keripik adalah tahu pong.

Peminatnya juga cukup beragam, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Jadi peluang bisnis snack ini cukup menjanjikan.

Kendala dalam menjalankan usaha ini terletak pada pembuatan tahu pong yang memakan waktu lama. Sedangkan jika Anda membeli tahu pong yang sudah jadi, keuntungan yang Anda dapatkan tentu tidak maksimal.

Untuk peralatan yang dibutuhkan seperti pisau, penggorengan, wajan, wadah, toples dan lain-lain, anda bisa menggunakan peralatan yang ada di dapur anda. Jadi Anda hanya perlu membeli mesin press kemasan dengan harga Rp. 150.000.

Berikut analisa usaha keripik tahu :

Biaya operasional per bulan

  • Tahu @ 15.000 x 30 = Rp.450.000
  • Tepung maizena @ 25.000 x 30 = 750.000
  • Rempah-rempah @ Rp 25.000 x 30 = 750.000
  • Minyak goreng 30 liter @ 12.000 x 30 = Rp 360.000
  • Isi ulang gas elpiji Rp. 20.000 x 5 = Rp. 100.000
  • Bungkus plastik: Rp. 20.000 x 5 = Rp. 100.000
  • Total biaya operasional Rp 2.510.000

Omset/pendapatan

  • Asumsikan dalam sehari anda bisa menghasilkan 25 bungkus keripik tahu dengan harga jual Rp. 5.000 sehingga omzet yang didapat adalah :
  • (25 bungkus x Rp 5.000) x 30 hari = Rp 3.750.000

omset -biaya operasi

  • Rp 3.750.000 – Rp 2.510.000 = Rp 1.240.000.
  1. Keripik Pisang

Dalam dunia kuliner, pisang tidak hanya dijadikan sebagai makanan penutup. Banyak orang mencoba membuat berbagai jenis makanan dengan bahan baku pisang. Dan untuk jenis snack yang sangat populer adalah keripik pisang.

Keripik pisang mungkin salah satu jajanan tradisional. Namun, bukan berarti tidak akan mampu bersaing dengan jenis jajanan masa kini. Buktinya banyak orang yang sukses di bisnis keripik pisang.

Salah satunya adalah Gazan Azka Ghafara, dengan modal hanya 1 juta. Kini ia bisa meraih omzet ratusan juta per bulan. Ia bahkan memiliki brand sendiri untuk bisnis keripik pisangnya, yaitu “Zanana Chips”.

Jika Anda ingin sukses seperti mas Gazan, mulailah dari sekarang. Apalagi proses pembuatan keripik pisang cukup sederhana dan mudah. Sehingga keripik pisang sangat cocok untuk dikategorikan sebagai usaha jajanan serba 2000, 5000 bahkan 10.000.

Berikut ini adalah analisa bisnis keripik pisang :

Peralatan bisnis

  • Mesin perajang pisang : 250.000
  • Pengemasan tekan: 150.000
  • Jumlah 400.000
  • Biaya operasional per bulan
  • Pisang gepok @ 50.000 x 30 = Rp1.500.000
  • Air jeruk nipis @ 5.000 x 30 = 150.000
  • Rempah-rempah @ Rp 5.000 x 30 = 150.000
  • Minyak goreng 30 liter @ 12.000 x 30 = Rp 360.000
  • Isi ulang gas elpiji Rp. 20.000 x 5 = Rp. 100.000
  • Bungkus plastik : Rp 10.000 x 15 = Rp 150.000
  • Total biaya operasional Rp 2.410.000

Omset/pendapatan

  • Asumsikan dalam sehari dapat menghasilkan 30 bungkus keripik pisang dengan
  • Harga jualnya adalah Rp.5.000,- sehingga omzet yang didapat adalah :
  • (30 bungkus x Rp 5.000) x 30 hari = Rp 4.500.000

Laba bersih yang diperoleh

omset -biaya operasi

  • Rp 4.500.000 – Rp 2.410.000 = Rp 2.090.000
  1. Keripik Kentang

Dari dulu hingga sekarang, keripik pisang selalu menjadi primadona di antara jenis keripik lainnya. Hal ini wajar mengingat keripik kentang sangat enak dan renyah. Sehingga jarang ditemukan keripik kentang yang dijual dengan kisaran harga Rp. 1000 atau Rp. 2000.

Oleh karena itu, banyak pengusaha UKM yang jarang menggunakan keripik kentang sebagai produk andalannya karena sulit menembus pasar. Sebagian besar telah dikuasai oleh produsen keripik kentang dalam skala besar.

Namun, bukan berarti memilih keripik kentang sebagai peluang bisnis yang tertutup. Jika Anda bisa berinovasi membuat keripik kentang yang lebih unik, mungkin keripik kentang buatan Anda bisa bersaing dengan merek yang sudah terkenal sejak lama.

Selain itu, Anda juga harus memiliki strategi pemasaran produk yang baik. Agar bisnis keripik kentang Anda laku di pasaran.

Untuk mendapatkan resep keripik pisang yang unik, Anda bisa melihatnya di sini.

Berikut ini adalah analisa bisnis keripik kentang :

Peralatan bisnis

  • Mesin perajang kentang: 250.000
  • Pengemasan tekan: 150.000
  • Jumlah 400.000
  • Biaya operasional per bulan
  • Kentang @ 150.000 x 30 = Rp 4.500.000
  • Rempah-rempah @ Rp 40.000 x 30 = 1.200.000
  • Minyak goreng 50 liter @ 12.000 x 50 = Rp 600.000
  • Isi ulang gas LPG Rp20.000 x 8 = Rp160.000
  • Bungkus plastik : Rp 20.000 x 10 = Rp 200.000
  • Total biaya operasional adalah Rp. 6.660.000

Omset/pendapatan

  • Asumsikan dalam sehari bisa menghasilkan 50 bungkus keripik dengan harga jual Rp. 6.000.

Omset yang didapat:

  • (50 bungkus x Rp 6.000) x 30 hari = Rp 9.000.000

Laba bersih yang diperoleh

omset -biaya operasi

  • Rp 9.000.000 – Rp 6.660.000 = Rp 2.340.000.

Leave a comment